E-Learning Based Massively Online Open Courses

hand typing on computer keyboard with E-learning Education on screen. internet online study concept.

“ Optimalisasi Peran Kampus dalam Mengembangkan System E-Learning Based Massively Online Open Courses  (MOOCs) sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0  “

Moh.Sigit Awwaludin, Universitas Airlangga1

moh.sigit.awwaluddin-2015@feb.unair.ac.id

Berliana Nuraindra, Universitas Airlangga2

berliana.nurain-2016@feb.unair.ac.id

(Moh. Sigit Awaludin Adalah Alumni Pesantren Anak Yatim Al Bisri)

  1. PENDAHULUAN

Dunia telah memasuki era revolusi industri ke empat , dimana proses digitalisasi hampir mengisi setiap aspek kehidupan manusia. World Economic Forum menyebut Revolusi Industri 4.0 merupakan revolusi berbasis Cyber Physical System yang secara garis besar merupakan gabungan tiga domain yaitu digital, fisik dan biologi yang hal ini ditandai dengan munculnya fungsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya otomatisasi hampir di semua bidang. Teknologi dan pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital, dan biologi secara fundamental akan mengubah pola hidup dan interaksi manusia (Tjandrawinata, 2016). Pada era revolusi industri kehadiran mesin – mesin canggih akan berdampak terhadap efektifitas dan efisiensi pekerjaan manusia hal ini di karenakan sebagian besar pekerjaan manusia akan teratasi dengan bantuan mesin yang telah terintegrasi dengan internet. Hal ini dikerenakan internet yang dahulu hanya sebagai sarana untuk mendapatkan informasi kini telah bertransformasi menjadi internet of things yang akan memudahkan setiap aktivitas manusia. Menurut Irianto (2017) terdapat beberapa peluang dan tantangan yang harus dihadapi manusi di era revolusi industri, diantaranya :

 

No

Peluang

Tantangan

1.

Inovasi ekosistem

Kesiapan industri

2.

Basis industri yang kompetitif

Tenaga kerja terpercaya

3.

Investasi pada teknologi

Kemudahan Pengaturan sosial budaya

4.

Integrasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Kewirausahaan.

Diversifikasi dan penciptaan lapangan kerja

Pemetaan peluang dan tantangan industri 4.0 dilakukan untuk mencegah berbagai dampak dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah permasalahan pengangguran. Hal ini dikarenakan Era Revolusi Industri merupakan era distrupsi teknologi, dimana peran manusia akan secara perlahan tergantikan oleh mesin sehingga menyebabkan manusia kehilangan pekerjaanya. Work Employment and Social Outlook Trend 2017 memprediksi jumlah orang yang menganggur secara global pada 2018 diperkirakan akan mencapai angka 204 juta jiwa . di Indonesia menurut data Badan Pusat Statistika tahun 2017 menyebutkan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,33% atau 7,01 juta jiwa dari total 131,550 juta angkatan kerja . permasalahan pengangguran dan daya saing sumber daya manusia menjadi tantangan bagi indonesia, terlebih lagi di era revolusi industri dibutuhkan sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi dan mampu mengusai teknologi untuk dapat beradaptsi dengan era digital.

Salah satu penyebab  permasalahan penganguran adalah tingkat pendidikan yang relatife rendah dari angkatan kerja yang ada , sehingga tidak mampu untuk bersaing dengan angkatan kerja lainya dan tidak memenuhi kualifikasi yang di butuhkan oleh perusahaan ataupun industri. Sektor pendidikan memainkan peranan strategis dalam mendukung proses produksi dan aktivitas ekonomi lainya. Dalam konteks ini pendidikan merupakan alat untuk mencapai target berkelanjutan, karena dengan pendidikan aktivitas pembangunan dapat tercapai sehingga peluang untuk meningkatkan kualitas hidup dimasa mendatang akan lebih baik.(Ramadhan dkk, 2018). Menurut data Badan Pusat Staistika tahun 2018 Angka Partisipasi Kasar pada tingkat perguruan tinggi di Indonesia berada pada tingkat 27,89%. Artinya pemenuhan pendidikan tinggi di Indonesia belum mencapai sepertiga dari  total populasi penduduk usia 19-23 tahun. Jumlah tersebut masih terbilang jauh dari target yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2015 yakni sebesar 35% . peningkatan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi merupakan upaya yang harus di lakukan hal ini dikarenakan pendidikan tinggi merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dimasa yang akan datang, sehingga di perlukan upaya yang masif serta sinergi dari berbagai pihak untuk mengatasi problem tersebut.

Pendidikan jarak jauh, merupakan inovasi pendidikan yang dapat menjadi salah satu alternatife bagi permasalahan yang ada. Dengan sistem pendidikan berbasis internet yang dapat di jangkau oleh semua kalangan diharapkan dapat memberi alternatif baru bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan yang dimiliki. Sistem E-Learning based Massively Open Online Courses (MOOCs) yang telah diterapkan di beberapa perguruan tinggi di Eropa dan Australia pada tahun 2012 berhasil menjadi alternatife sarana pembelajaran bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu. Tingkat fleksibilatas waktu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat,  Di Indonesia platform pembelajaran  berbasis internet telah berkembang pada tahun 2015 dengan nama IndonesiaX. Sejak pertama kali diluncurkan dan hingga April 2018 ini masyarakat yang belajar di IndonesiaX mencapai 154.792 orang dengan jumlah pengguna yang berhasil lulus mencapai 12.833 orang dengan institusi pendukung edX, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Gadjah Mada, Universiras Terbuka,  akan tetapi karena faktor stabilitas jaringan internet di Indonesia yang belum maksimal serta mindset dari sebagian masyarakat Indonesia masih terbiasa dengan sistem pembelajaran konvensional menjadikan platform pembelajaran berbasis internet ini mengalami perkembangan yang kurang maksimal. Dengan problem yang ada saat ini maka dunia pendidikan diharapkan mampu menjadi solusi atas peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui optimalisasi pembelajaran jarak jauh berbasih internet, yang dapat dengan mudah diakses dimanapun dan kapanpun. Sehingga tantangan di era revolusi industri akan kebutuhan  sumber daya manusia yang berkompeten dapat teratasi. Sehingga dengan terpenuhinya sumber daya manusia yang berkompeten dan memiliki daya saing untuk beradaptasi di era revolusi industri dapat menjadi solusi terhadap ancaman ekonomi di Indonesia yakni peningkatan jumlah pengangguran yang diakibatkan oleh distrubsi mesin digital.

  1. PEMBAHASAN
    • Peluang dan Tantangan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0

Didalam perkembangannya, revolusi industri 4.0 memiliki berbagai dampak diberbagai bidang kehidupan manusia, tak terkecuali di bidang pendidikan. Dengan kemajuan teknologi yang ada,  sistem pendidikan di Indonesia saat ini menjadi perhatian bagi pemerintahan khususnya  Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Kemeristekdikti menjelaskan terdapat 5 (lima) elemen penting yang akan dilaksanakan oleh Kemenristekdikti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0 ini, yang terdiri dari : (1), Mempersiapkan sistem pembelajaran di perguruan tinggi yang inovatif dengan menyesuaikan kurikulum pembelajaran dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT) dan Big Data Analitic, mengintegrasikan dengan objek fisik, digital dan manusia agar mengjhasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data, technological dan human literacy. (2). Merekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan  tinggi yang responsif dan adaptif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Mengupayakan program Cyber University, seperti perkulihan jarak jauh yang diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah yang menjakau pendidikan tinggi yang berkualitas. (3). Mempersiapkan sumber daya manusia terkhusus dosen dan penelitian untuk menghadapi revolusi industri 4.0, pembaruan sarana dan prasana, pembangunan infrastruktur pendidikan, dan riset untuk menopang kualitas pendidikan. (4). Inovasi dalam pengembangan, ekosistem riset, kualitas dan kuatitas riset yang dapat mendukung Revolusi Industri 4.0, serta pengembangan di perguruan tinggi, lembaga litbang Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK), industri dan masyarakat. (5). Inovasi dan perkuatan untuk meningkatkan produktivitas industri serta meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi. (Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, 2018).

Dengan adanya kemajuan teknologi di era revolusi industri merupakan sebuah peluang dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan melalui pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet MOOCs yang mampu dapat dengan mudah diakses oleh berbagai pihak sehingga upaya peningkatan pengetahuan dalam rangka peningkatan skill individu dapat dilakukan oleh masyarakat secara mandiri dalam rangka menghadapi era revolusi industri, akan tetapi terdapat berbagai tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan dalam hal tersebut antara lain:

  1. Kesiapan institusi pendidikan dalam peneydiaan infrastruktur pendididkan berbasis teknologi, dalam rangka penyelenggaraan pendidikan jarak jauh berbasis MOOCs
  2. Kesiapan tenaga pengajar untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh berbasis MOOCs, sehingga di perlukan upaya pelatihan secara intensif bagi para dosen dan tenaga pengajar untuk beradaptasi dengan pendidikan berbasis internet.
  3. Pembenahan serta penyesuaian kurikulum pendidikan berbasis teknologi dengan kebutuhan industri, sehingga pengetahuan dan kompetensi yang didapatkan mahasiswa serta masyarakat melalui MOOCs bersifat linera atau sejalan dengan kebutuhan industri.

.

  • Pengangguran Menjadi Ancaman Bagi Generasi Muda di Era Revolusi

 Industru 4.0

Mulainya era digitalisasi harus mendapatkan perhatian khusus bagi semua pihak, khususnya generasi muda. Dengan perkembangan teknologi segala sesuatu mulai digantikan oleh mesih yang saling terhubung dan terkomunikasi satu sama lain, yang membuat banyak pekerjaan tidak lagi bertumpu pada tenaga serta otak manusia, kecerdasan buatan ( Artificial intelligence) perlahan menggantikan tenaga serta daya pikir manusia termasuk dalam hal pengambilan keputusan. Dominasi teknologi pada saat ini mampu membuktikan serta menyangi pemain – pemain lama yang enggan untuk melakukan inovasi serta lamban untuk beradaptasi di era teknologi. Pengetahuan akan teknologi merupakan kompetensi mutlak yang harus dimiliki oleh generasi muda saat ini agar mampu bersaing di era revolusi industri. Munculnya Internet of Things (IoT) serta teknologi mesin digital dalam dunia industri menjadi tantangan yang nyata bagi generasi muda di era millennial saat ini,  sehingga dengan bekal kompetensi dan skill yang dibutuhkan di era revolusi industri generasi muda tetap mampu menjaga eksistensinya di tengah dominasi teknologi.

Permasalahan pengangguran dan daya saing sumber daya manusia menjadi tantangan yang nyata bagi Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistika pada tahun 2017 tingkat pengangguran terbuka di Indonesia berada pada angka 5,33% atau setara dengan 7,01 juta jiwa dari total 131,55 juta nagkatan kerja. Tantangan yang dihadapi Indonesia juga ditambah oleh tuntutan perusahaan dan industri. Bank Dunia (2017) melansir bahwa pasar kerja membutuhkan multi-skills lulusan yang ditempa oleh satuan dan sistem pendidikan, baik pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi. Indonesia juga diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030-2040, yaitu penduduk dengan usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan penduduk non produktif. Jumlah penduduk usia produktif diperkirakan mencapai 64% dari total penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 297 juta jiwa. Oleh sebab itu, banyaknya penduduk dengan usia produktif harus diikuti oleh peningkatan kualitas, baik dari sisi pendidikan, keterampilan, dan kemampuan bersaing di pasar tenaga kerja. Sehingga dengan tingkat keterampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap angkatan kerja dapat mengurangi ancaman pengangguran yang akan dihadapi oleh generasi muda di era revolusi industri.

  • Optimalisasi Pendidikan Jarak Jauh, E-Learning based Massively Open Online Courses (MOOCs) dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan , pendidikan jarak jauh merupakan proses belajara mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui berbagai media komunikasi (Permendikbud No.109/2013). Sistem pendidikan jarak jauh di Indonesia memiliki fungsi untuk memberikan pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara reguler (UU Sisdiknas pasal 3 ayat 2 ) sehingga tujuan pemerintah untuk meningkatkan perluasan dan pemerataan akses pendidikan , serta peningkatan mutu dan relevansi pendidikan dapat tercapai. Pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia merupakan sebuah upaya yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia saat ini , mengingat kualitas pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang harus dimiliki untuk menghadapi era revolusi industri 4.0

Pendidikan jarak jauh berbasis internet telah di terapkan di beberapa Negara, pada tahun 2012 Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah berhasil menyelenggarakan kursus pendidikan berbasis online dengan platform EdX. Tujuan dari penyelenggaraan platform kursus online tersebut adalah untuk memfasilitasi mahasiswa serta masyarakat umum dalam upaya peningkatan pengetahuan dengan media yang dapat di akses dimanapun dan kapanpun, inovasi pendidikan online yang di terapkan di Eropa tersebut menjadi tonggak awal perkembangan sistem pembelajaran yang mandiri dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa dengan sistem pembelajaran yang modern dan di pandu langsung oleh professor yang ahli di bidangnya platform online tersebut memdapatkan respon positif bagi masyarakat Eropa , dimana setiap mahasiswa dan masyarakat mendapatkan fasilitas secara gratis untuk mengakses pendidikan di kampus yang berkualitas. Di Indonesia platform yang sama di rilis pada tahun 2015 dengan nama IndonesiaX, dengan institusi pendukung diantaranya edX, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Gadjah Mada, Universiras Terbuka. Platform indonesiaX sampai dengan april 2018 telah memfasilitasi 154.792 orang dengan jumlah pengguna yang berhasil mencapai predikat lulus dan mendapatkan sertifikat sebanyak 12.833 orang. Dengan adanya sistem pembelajaran jarak jauh (MOOCs) mampu menjadi alternatif bagi masyarakat dalam pengembangan kompetensi ilmu pengetahuan, terlebih lagi dengan adanya dukungan dari pemerintah serta institusi pendidikan terutama perguruan tinggi di Indonesia mampu berkonstribusi terhadap pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, hal ini dikarenakan setiap masyarakat mendapatkan kemudahan akses belajar di berbagai pergurian tinggi berkualitas di Indonesia melalui sistem pendidikan jarak jauh , berbasis massively open online courses (MOOCs). S

 

Dalam upaya pengembangan sistem pendidikan jarak jauh , massively open online courses (MOOCs) terdapat peluang dan tantangan yang dihadapai , menurut data dari Pusat Kajian Komunikasi (Puskakom), Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada tahun 2015 Peluang dan tantangan pengembangan sistem pendidikan jarak jauh Massively Open Online Courses (MOOCs) di Indonesia sebagai berikut :

No

Peluang

Tantangan

1.

Indonesia memiliki banyak siswa MOOC yang potensial.

Penggunaan akses internet masih terkonsentrasi di Pulau Jawa

2.

Dukungan pemerintah melalui presiden dan peraturan menteri.

Literasi digital di Indonesia masih rendah

3.

MOOC memiliki potensi untuk menghubungkan pendidikan formal dengan pendidikan non formal di Indonesia

Kewajiban yang telah diatur oleh pemerintah Indonesia harus dipenuhi oleh masyarakat Indonesia.

4.

MOOCs dapat dijadikan alat promosi oleh universitas untuk mendapatkan siswa yang potensial.

Pengembangan sistem pembelajaran MOOCs memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

5.

Kualitas dan kesetaraan pendidikan diperlukan untuk meningkatkan standard hidup masyarakat Indonesia

Diperlukan pengetahuan dan keterampilan multidisipliner untuk membuat sistem pembelajaran yang berkualitas.

6.

Aksebilitas pelatihan berkualifikasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas profesioanal

Kemampuan bahasa inggris masyarakat Indonesia berada pada level rendah – sedang.

7.

masih sedikit platform MOOCs di Indonesia, sehingga tingkat persaingan rendah.

Belum ada model bisnis manajemen terkait platform MOOCs yang matang di Indonesia

               Sumber: Puskakom Universitas Indonesia 2015

Dengan adanya pemetaan peluang serta tantangan akan pengembangan pendidikan jarak jauh di atas, dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengembangan MOOCs di Indonesia, dalam hal ini kampus sebagai institusi pendidikan memiliki peran penting dalam upaya pengembangan pendidikan berbasis MOOCs , sebagai sistem pendidikan penunjang yang mudah di akses oleh masyarakat. Sebagai upaya peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan dimasayarakat. Dunia kampus diharapakan mampu menyesuaikan diri dengan era revolusi industri dimana sistem digitalisasi merupakaan hal yang harus dikuasi oleh setiap masyarakat khususnya mahasiswa. Dalam hal ini kampus peran penting dalam menyediakan infrastruktur pendidikan berbasis teknologi serta mengubah secara perlahan mindset mahasiswa dalam pola pembelajaran, dari sistem pembelajaran konvensional dimana dosen merupakan pemegang peran utama pembelajaran , kearah pola pembelajaran baru , yakni pola pembelajaran mandiri melalui infrastruktur pendidikan berbasis teknologi MOOCs yang telah disediakan kampus, sehingga mahasiswa mampu mengembangkan skill dan pengetahuan yang menjadi kebutuhan di dunia industri di samping pengetahuan yang di dapatkan dikelas reguler.

  • Pengembangan Sistem Pembelajaran Massively Open Online Courses

 Berbasis Islam dalam Mewujudkan Sumber Daya Insani di Era Revolusi

 Industri 4.0

Berkembangnya sistem pendidikan berbasis teknologi berbasis MOOCs, menjadi jawaban kebutuhan pendidikan di era revolusi indutri. Dimana pola pembelajaran di tuntut untuk berinovasi dari sitem pembelajaran konvensional, kearah sistem pembelajaran yang modern berbasis teknologi sesuai dengan tuntutan zaman. Akan tetapi di tengah perkembangan teknologi tersebut berdampak secara tidak langsusng terhadap pola perilaku masyarakat yang terbiasa dengan pola perilaku kehidupan kebarat – baratan yang sedikit berbeda dengan kultur budaya Indonesia. Selain itu dari sistem pembelajaran berbasis MOOCs yang telah berkembang di Indonesia saat ini sangat disayangkan dari berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam sistem MOOCs institusi kampus berbasis keagamaan belum banyak terlibat dan berperan aktif dalam sistem MOOCs. Peran aktif dari instansi pendidikan berbasis keagamaan seperti (UIN/IAIN/STAIN, PTAIS, dan sebagainya) diharapkan mampu memberikan sumbangsih dalam menjaga nilai – nilai spiritualitas masyarakat di tengah gelombang distrupsi tekonologi yang terjadi saat ini sehingga nantinya kompetensi yang berkembang di masyarakat tidak hanya berbasis pada scientific oriented melainkan spiritual scientific, yakni pengetahuan yang berlandaskan nilai – nilai spiritualitas dan moralitas khususnya nilai nilai keislaman.

Athiyah al-Abrasyi menungkapkan bahwa terdapat lima tujuan asasi pendidikan Islam. Pertama, membentuk akhlak mulia. Menurutnya pembentukan akhlak mulia merupakan ruh dari pendidikan Islam, Kedua, bekal kehidupan dunia dan akhirat. Pendidikan Islam tidak hanya menaru perhatian pada segi keagamaan saja, juga tidak pada keduniaan semata. Pendidikan Islam memberikan perhatian seimbang pada keduanya.  Ketiga, menumbuhkan ruh ilmiah (scientific spirit) dan memuaskan rasa ingin tahu (curiosity). Keempat, menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknis dan perusahaan supaya ia dapat menguasai profesi tertentu, supaya ia dapat mencari rezeki dalam hidup dan hidup dengan mulia. Kelima, persiapan mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan.

Peran aktif dari instansi pendidikan berbasis islam, diharapkan memberikan warna baru bagi pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi sehingga dalam upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di era revolusi industri 4.0 mampu melahirkan generasi – generasi insani yang memiliki pengetahuan teknologi yang memadahi serta tetap berlandaskan nilai – nilai keislaman yang memiliki daya saing di era revolusi industri.

  1. PENUTUP

Era revolusi industri merupakan era baru dimana proses digitalisasi hampir mengisi setiap aspek kehidupan manusia. Dimana kehadiran mesin canggih yang telah terintegrasi dengan internet akan berdapak terhadap efektivitas dan efisisensi pekerjaan manusia, namun disisi lain kehadiran revolusi indusri 4.0 memberikan ancaman terhadap eksistensi manusia, hal ini dikarenakan kehadiran mesin – mesin digital tersebut akan mendistrupsi peran manusia didalam sehingga gnerasi muda saat ini diahdapkan pada ancaman pengangguran akbiat proses otomatisasi dan digitalisasi industri.  Peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk dapat beradaptasi dengan era revolusi industri merupakan hal yang mutlak harus dilakukan melalui pengembangan sistem pendidikan berbasis teknologi massively online open courses (MOOCs) menjadi alternatif untuk menjaab problem yang ada dengan sistem penbelajaran yang dapat diakses oleh setiap elemen masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kompetensi masyarakat secara mandiri. Ditengah gelombang teknologi yang ada peran instansi pendidikan berbasis keagamaan sangat dibutuhkan dalam pengembangan MOOCs , sehingga peningkatan pengetahuan masyarakat yang didapatkan tidak hanya scientific oriented melainkan kompetensi pengetahuan yang berlandaskan nilai- nilai spiritualitas. Dengan adanya peran instansi pendidikan berbasis keagamaan diharapkan nantinya mampu melahirkan sumber daya insani yang memiliki daya saing (competitive advantage) di dunia industri berkompeten dibidang ilmu pengetahuan dan mampu beradaptasi dengan teknologi namun  tetap memiliki karakter dan nilai spiritualitas.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Badan Pusat Statistika / angka pengangguran terbuka. www.bps.go.id diakses       tanggal 25 November 2018

Irianto, D. (2017). Industry 4.0; The Challenges of Tomorrow. Disampaikan           pada Seminar Nasional Teknik Industri, Batu-Malang.

Kemeristekditi,2018 Peluang dan tantangan pendidikan di era revolusi industri      4.0 / www.kemenristek.dikti.go.id diakses tanggal 20 November 2018.

Nikolas.2016.“What is the Fourth Industrial Revolution?” Disampaikan pada          World Economic Forum, 2016.

Permendikbud Republik Indonesia Nomor 109/2013. 2013. Penyelenggaraan         Pendidikan Jarak Jauh Pada Pendidikan Tinggi. Melalui             http://kemdikbud.go.id/peruu/permen_tahun2013_nomor109.pdf,     diakses pada tanggal 20 November 2018

Pusat kajian dan komunikasi, 2015. Peluang dan tantangan MOOCs di       Indonesia. Jakarta : Departemen ilmu Komunikasi Universitas     Indonesia.

Ramadhandkk, 2017. faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran       dan kemiskina di kota samarinda, Samarinda : Magister ilmu ekonomi             fakultas ekonomi dan bisnis universitas mulawarman.

Tjandrawina, R.R. (2016). Industri 4.0: Revolusi industri abad ini dan         pengaruhnya pada bidang kesehatan dan bioteknologi. Jurnal                 Medicinus, Vol 29, Nomor 1, Edisi April.

Work Employment and Social Outlook Trend 2017

Yahya, 2018. era industri : peluang dan tantangan perkembangan pendidikan        kejuruan Indonesia , Makasar : Universitas negeri makasar

Comments are closed.