Kupon Behadiah Sebagai Solusi Mengurangi Golput Pada Pemilu 2019

Oleh

Syamsul Arifin M.Pd

(Pelaksana harian Yayasan Pesantren Anak Yatim Al-bisri)

 Latar belakang

Dengan didasari rasa kekecewaan dan juga rasa tidak puas atau bahkan boleh dibilang sebagai bentuk protes dari masyarakat  yang kurang puas atas kinerja para pejabat pemerintahan, dan ada juga masyarakat yang memang secara terang-terangan tidak mau menggunakan hak pilihnya dengan alasan lebih memilih untuk melakukan rutinitas untuk mencari uang dari pada meluangkan waktu untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.

Dari berbagai faktor tersebut  banyak masyarakat  Indonesia lebih memilih untuk  golput dari pada harus berbondong -bondong  pergi ke TPS, sehingga golput pun menjadi slogan bagi masyrakat luas di indonesia. Sebuah data statistik kompas menyebutkan bahwa pemilu 1999,  partisipasi masyarakat 92,74 % , lalu pada pemilu 2004 turun menjadi 84,07 % dan pemilu 2009 turun menjadi 70,06%, dan pada tahun 2014 masih banyak masyarakat yang golput, dengan masih banyaknya angka golput yang ada di masyarakat  sampai  saat ini dibutuhkan sebuah solusi untuk mengatasi hal tersebut.

Gagasan yang memuat sebuah ide tentang  kupon  berhadiah diharapkan menjadi  daya tarik  bagi  pemilih untuk  ikut berpartisipasi dalam sebuah pemilu.

Maka dari itu penulis berfikir dan akhinya mendapatkan sebuah gagasan yang berjudul kupon berhadiah sebagai sarana mengurangi angka golput pada pemilu. Penulis memiliki harapan supaya masyarakat  yang  golput mau menggunakan hak suaranya untuk menentukan seorang pemimpin bagi kebaikan bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Kelemahan yang terjadi pada pemilu dari tahun sebelumnya hendaknya menjadi suatu bahan  pembelajaran  untuk  pemilu yang akan datang agar menjadi  lebih baik lagi, lebih transparan, serta diharapkan  partisipasi dari seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan perubahan kepada bangsa ini menjadi lebih baik lagi dan akhinya tidak ada lagi bentuk protes dari masyrakat  dengan  jalan  golput, atau sifat apatis dari masyarakat yang begitu besar,  karena sudah  membaiknya  program-program yang dijalankan oleh pemerintah, serta terjalinya  kerjasama  yang  baik antara pemerintah dan masyarakat.

TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan

  1. Untuk memberikan sebuah solusi dari permasalahan golput yang selalu ada pada setiap pemilu.
  2. Untuk meningkatkan antusias masyrakat supaya berkenan menggunakan hak suaranya pada setiap pemilu .
  3. Untuk mendapatkan seorang pemimpin yang benar-benar di kehendaki oleh masyrakat luas.

Manfaat

Berdasarkan uraian pada latar belakang, manfaatnya adalah:

  1. Masyarakat

Menambah wawasan tentang cara pengurangan terhadap tindakan  golput melalui peningkatan antusiasme pemilih dengan menggunakan sistem kupon berhadiah. Hal ini jika ditangani secara benar dan tepat, maka alternatif ini bisa mengurangi angka golput dan memberikan peran aktif rakyat dalam berpolitik sehingga menghasilkan calon pemimpin yang memang benar-benar di ingingkan masyarakat secara tepat karena sudah tidak ada lagi pemilih yang golput dalam proses penentuan calon pemimpin bangsa ini.

  1. Calon pemimpin

Memberikan hasil kemenangan yang mutlak bagi calon pemimpin karena suara dari rakyat memang  tersalurkan secara utuh, ringkasnya  tidak ada lagi angka golput, sehingga menjadikan seorang pemimpin yang memang pilihan  rakyat.

  1. Komisi pemilihan umum

Menambah wacana bahwa mengurangi  sifat apatis  dari rakyat dan akhirnya muncul angka golput sebagai bentuk aksi merupakan budaya yang  kurang baik dan perlu adanya solusi  yang menarik sehingga menumbuhkan rasa  kepedulian bagi pemilih untuk menggunakan hak pilihnya. Harapannya, gagasan ini dijadikan sebagai bahan acuan atau pertimbangan dalam hal mengurangi angka golput pada pemilihan umum.

GAGASAN

Kondisi kekinian pencetus gagasan

Golput merupakan sikap dari pemilih yang tidak mau menghadiri bilik suara atau TPS pada waktu yang telah ditentukan (jadwal pencoblosan). Pemilih (voter) sudah terdaftar sebagai pemilih akan tetapi dengan sengaja tidak hadir ke lokasi pemungutan suara ketika hari pelaksanaan pemilihan.

Dengan berbagai permasalahan atau alasan dari masyarakat mengapa mereka lebih memilih untuk golput dari pada datang ke tempat pemungutan suara, sebuah kupon hadiah yang memang suatu hal yang disenangi dan juga dengan pentingnya hak suara masyarakat untuk menentukan pemimpin masa depan untuk menjaga kebaikan bangsa ini.

Kupon berhadiah memang bukan salah satu hal memang  bisa menjadikan perubahan yang signifikan, namun perlu adanya dukungan dari pemerintah dan juga penyelenggara pemilihan umum. bantuan dan kerja sama dari beberapa pihak di antaranya adalah KPU dan juga pemerintah daerah untuk saling kerjasama untuk mendapatkan sebuah hasil yang maksimal dan memang dikehendaki oleh rakyat.

Solusi yang pernah ditawarkan atau diterapkan sebelumnya untuk memperbaiki keadaan pencetus gagasan

 Pengamat politik dari Universitas Bengkulu, Lamhir Syam Sinaga yang menyatakan untuk menekan agar golput berharap kepada komisi pemilihan (KPU) dan partai politik lebih giat lagi melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa memilih merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh semua warga negara, KPU dan partai harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa ketika menjadi golput bisa dikategorikan sebagai orang yang tak  peduli terhadap negara yang telah dibentuk oleh para pendahulu dengan pengorbanan jiwa dan raganya.

Jelas sekali sesuai dengan peryataan di atas jika teradinya golput karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh KPU bahwa memilih adalah suatu hal yang penting dan masyarakat harus memberikan kontribusi supaya pemerintahan dapat terlaksana secara demokratis.  

Karena asas demokratis yang  semakin gencar golput menjadi hak bagi setiap warga negara. Dengan demikian pada pemilihan 2019 sosialisasi menjadi jalan untuk mengurangi angka golput berbagai kampanye untuk memberikan pendidikan politik bagi rakyat juga telah diupayakan, untuk menekan angka goput yang semakin meningkat.

Terobosan administratif juga dilakukan untuk menekan angka golput, bahwa masyarakat yang tidak terdaftar dalam pemilihan tetap bisa mengikuti  pemilihan umum dengan cara cukup menunjukan kartu tanda penduduk yang masih berlaku.

Dengan uraian di atas dapat di ambil kesimpulan jika angka golput disebabkan karenan kesalahan dari pihak masyarakat yang enggan untuk menggunakan hak pilihnya meski sudah terdaftar sebagai pemilih tetap dan juga kesalahan dari pihak pemerintah karena masyarakat yang bersedia memilih ternyata tidak bisa memilih karena adanya kesalahan sistem dari pihak penyelenggara pemilihan sehingga ada beberapa rakyat yang belum terdaftar dalam pemilih tetap.

Seberapa jauh kondisi kekinian pencetus gagasan dapat diperbaiki melalui gagasan yang diajukan

Andrinof Chaniago pengamat politik dai Universitas Indonesia menyatakan dalam pelaksanaan pemilu presiden 2014 jumlah warga yang tidak menggunakan hak suaranya sebesar 49,677,776 jumlah tersebut juga dimaktubkan dalam surat penetapan KPU mengenai perolehan suara nasional pemilu legislatif, jika jumlah angka golput yang mendekati angka 30 persen. Dalam pemilihan gubernur, wakil gubernur jawa tengah 26 Mei 2013 menunjukan  masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya berjumlah sekitar 40 persen.

Dari kutipan di atas sangat jelas bahwa angka pemilih yang tidak bersedia menggunakan hak pilinya sangat banyak. Karena berbagai faktor megapa rakyat enggan untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilih mereka. Dari gambaran di atas terlihat adanya rasa ketidak pedulian dengan adanya pemilihan umum, bahwa rakyat menganggap jika pemilu bukan hal penting yang harus di perhatikan.

Dengan demikian, solusi untuk mengurangi angka golput adalah dengan  menarik minat dari pemilih untuk bersedia menggunakan hak pilihnya. Dengan cara  pemberian kupon berhadiah kepada pemilih yang bersedia untuk menggunakan hak pilihya.

Pihak-pihak yang dipertimbangkan dapat membantu mengimplementasikan gagasan dan uraian peran atau kontribusi masing-masing.

Pemerintah

Pemerintah dalam hal ini adalah pemerintah kecamatan yaitu sebagai lembaga independen yang menjadi panitia atau mengatur jalanya sistem kupon berhadiah karena hal ini terkait dengan keaslian data dari pemilih, supaya tidak ada kecurangan karena pemerintah kecamatan punya data yang valid tentang jumlah warga yang bisa mengikuti pemilu. Selain itu, lembaga ini merupakan lembaga yang independen sehingga sangat sedikit adanya campur tangan pihak-pihak yang berkepentingan tertentu.

Kalaupun ada yang ikut aktif  dalam partai atau memihak calon pemimpin dilarang untuk ikut menjadi panitia kupon berhadiah. Dengan demikian, lembaga ini sangat tepat jika dipilih untuk membantu menjalankan gagasan ini.

 Komisi Pemilihan Umum (KPU)

KPU ini merupakan lembaga yang bertanggung jawab atas kesuksesannya pemilihan umum, baik dalam hal menentukan permainan dalam pemilihan umum maupun hal lainnya, sehingga perannya sangat membantu dalam merealisasikan gagasan ini. Meskipun demikian, hal ini juga harus didukung oleh semua pihak, khususnya masyarakat, karena keberhasilan KPU dalam melaksanakan pesta demokrasi tidak akan pernah tercapai atau berhasil dengan maksimal tanpa dukungan dari masyarakat.

Pengawas Independen

Pengawas independen ini bertugas untuk mengawasi jalannya pemilihan umum, khususnya dalam hal menerapkan gagasan ini, yaitu mengawasi arus keuangan yang sudah di dapat dari setiap calon yang telah disetujui atau ditetapkan oleh KPU dengan  jumlah yang sudah ditentukan .

Tim ini nantinya akan menerima laporan dari masing-masing calon atas dana yang sudah disetor untuk kepentingan kupon berhadiah.namun , anggota dari team ini tidak diperbolehkan dari anggota partai tertentu.

Tujuannya, agar tidak terjadi budaya mementingkan kepentingan golongannya di atas kepentingan bangsa dan negara. Anggotanya bisa diambilkan dari LSM.

Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan.

Komisi pemilihan umum (KPU) merupakan pihak yang paling tepat  untuk mengimplementasikan gagasan ini, karena  KPU merupakan lembaga  yang mengatur jalannya pemilu di negari ini, maka dari itu langkah awal supaya gagasan ini dapat di implementasikan dengan baik dan tepat sasaran KPU harus menetapkan Sistem kupon berhadiah ini sebagai peraturan yang memang menjadi program yang ditetapkan oleh KPU.

Selain itu juga harus adanya  kesadaran dan dukungan dari para calon pemimpin untuk  memberikan sebagian dana dari pemilu agar gagasan tersebut bisa berjalan dengan lancar, hal tersebut akan mengurangi angka golput yang signifikan dan akhirnya antusias dari masyarakat untuk ikut aktif dalam pesta demokrasi akan meningkat dengan seiringnya program kupon berhadiah ini dijalakan.

Langkah yang selanjudnya adalah adanya dukungan dari pihak pemerintah untuk ikut andil dalam proses menjalankan program ini baik dalam bentuk sosialisasi maupun dalam pelaksanaanya.

Langkah yang terakhir adalah rakyat yang memang menjadi objek dari sebuah solusi yang ditawarkan oleh penulis, penumbuhan rasa kesadaran akan pentingnya ikut aktif dalam peran politik adalah kewajiban dari warga negara yang baik.

Yang mana persoalan tersebut menjadi masalah yang belum terselesaikan sampai saat ini,dan untuk menentukan sosok seorang pemimpin yang di kehendaki oleh masyarakat akan terealisasikan, sehingga masyrakat  dan para calon pemimpin akan puas terhadap pemilu tersebut karena semua  suara masyrakat tersalurkan  ke TPS dan para calon pemimpin pun akan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat , dan demokrasi yang positif  akan terwujud dengan baik pada negeri ini.

Kesimpulan gagasan yang diajukan 

Secara garis besar , gagasan yang penulis ajukan ini memang memiliki esensi yang baik dan memang berangkat dari sebuah latar belakang masalah yang muncul di masyarakat.

Gagasan dari penulis yang berudul “ kupon berhadiah sebagai sarana mengurangi angka golput”  merupakan sebuah gagasan dengan maksud  utama yaitu, adanya sebuah perubahan dari bentuk apatis dan juga sifat kritis ataupun bentuk protes dari kekecewaan masyarakat kepada pemerintahan saat ini.

Keunggulan gagasan ini adalah, apabila diwujudkan dalam sebuah sistem setiap pemilu, baik pemilihan kepala daerah, legislatif maupun presiden, yang mana pada tahun 2019 pemilihan di lakukan secara serentak.  Ketika angka golput menurun dengan adanya solusi kupon ini berarti jelas kekuatan dan juga bentuk partisipasi masyarakat memang benar-benar maksimal dalam mewujudkan deomokrasi.

DAFTAR PUSTAKA

Kompas , N. 2009. Angka golput di indonesia di prediksi naik.

(http://kompas .com/baca/2009/11/03/angka –golput –diperkirakan – naik – di indonesia. Html).Diakses tanggal 28 februari 2014.

Kusuma, H. 2008. Pengertian golput secara umum .

http://belanegarari.wordpress.com/2008/11/05/pengertian golput secara umum.   Diakses tanggal 28 februari 2014.

KPU. 2014. Komisi Pemilihan Umum.

(http:// kpu  .co.id /baca/2014/02/08 /komisi –pemilihan umum .Html. ) Diakses tanggal 28 februari 2014.

WordPress. 2008. Menimalisir potensi Golput.

(http:// WordPress  .com/baca/2008/09/10 /menimalisir potensi –golput.Html. ) Diakses tanggal 28 februari 2014.

(

Comments are closed.